Dalam banyak ayat Al-Qur’an perintah untuk shalat sering kali bersanding dengan perintah zakat. Ini dapat diartikan bahwa hidup paripurna ini selain menyempurnakan kesalehan personal juga dituntut untuk peduli terhadap sesama atau terwujudnya kesalehan sosial.
Sebagaimana hal shalat, diperlukan kedisiplinan, ketaatan, latihan yang terus menerus yang berkesinambungan demikian juga kesalehan sosial, hubungan antar manusia. Perlu pembentukan karakter lewat pembiasaan sehingga nanti akan ringan dalam melaksanakannya.
Berdasar renungan di atas, dimulailah komunikasi lewat whatsapp group (WAG) mendiskusikan hal ini dan tercetus ide untuk memulai gerakan IKRA (Infak Kecil Regular). Yaitu kesediaan infak dari para Anggota yang tergabung dalam WAG untuk berinfak kecil saja, cukup ongkos sekali parkir sehari Rp 3.500 atau sebulan cukup Rp 100.000.
Alhamdulillah, dimulai 1 Oktober 2016 hingga saat ini sudah ada ratusan Anggota yang berkomunikasi dalam beberapa grup WA secara regular. Terhitung 17 Januari 2020 dikarenakan jumlah anggota hampir 600 maka komunikasi dialihkan ke Telegram yang mampu menampung lebih banyak.
Dana infak yang terkumpul, pada dasarnya digunakan mengikuti teladan Sumur Utsman bin Affan RA yaitu dibagi dua: Sebagian untuk charity dan sebagian untuk wakaf produktif. Tentunya dimulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, sesuai dengan sunah Rasul SAW.
Untuk keperluan pengorganisasian dibentuk: Wali Amanah dan Pengurus. Sedangkan untuk menjamin kepercayaan dan akuntabilitas ditunjuk Auditor Internal, yang telah melaksanakan pemeriksaan pertama di bulan Januari 2018. Dengan telah dibentuknya badan hukum: Yayasan Wakaf Ikra Padjadjaran pada tahun 2020 maka struktur organisasi disesuaikan menjadi: Pembina, Pengurus, Pengawas.
Banyak kegiatan sosial dan keagamaan yang sudah dilaksanakan khususnya di lingkungan Mesjid Asy-Syifa 1(RSHS), 2 (Jatinagor), 3 (Eyckman) dengan dana dari IKRA. Diharapkan dengan kesediaan berinfak dan kebersamaan akan membentuk akhlakul karimah dari seluruh Anggota IKRA.
Terbentuknya jamaah yang kokoh dan teratur dicirikan adanya kesetiakawanan yang tercatat dengan baik (membership) dan kesediaan berkorban finansial secara teratur (infak). Kedua ciri tersebut sudah terwujud dalam IKRA sehingga sudah bisa dikatakan IKRA adalah sebuah jamaah yang kokoh dan teratur bukan sekedar crowd (kerumunan).
Semoga IKRA dapat terus berkembang dan menjadi model bagi pengembangan gerakan serupa di Indonesia.
Untuk komunikasi lain mulai April 2018 diluncurkan website dengan alamat: ikra16.id dan kemudian disempurnakan menjadi ikra2020.id
Terima kasih kepada keponakanku: Izza dan Moly yang memberi sumbangan desain dan memungkinkan website ini tayang dengan baik untuk pertama kalinya.
Bandung, April 2018
Kadarsyah
Inisiator IKRA
Klik: PROFIL IKRA 2023
VIDEO INSPIRASI:
